Sensor pintu dan jendela mendeteksi bukaan atau pelanggaran menggunakan teknologi sederhana namun efektif. Inilah rincian ringkas tentang cara kerjanya:
一 : Sensor sakelar buluh magnet (paling umum)
Komponen:
1.A magnet yang terpasang pada bagian yang dapat dipindahkan (pintu/jendela).
2. Sakelar buluh (kontak listrik kecil yang disegel) pada bingkai tetap.
Saat ditutup:
Magnet sejajar dengan sakelar buluh, menjaga sirkuit tertutup (tidak ada sinyal yang dikirim).
3.Ketika dibuka:
Magnet bergerak, memecahkan sirkuit. Ini memicu sinyal listrik ke sistem keamanan, yang terdengar alarm atau mengirimkan pemberitahuan.
二 : Sensor nirkabel (misalnya, Wi-Fi, Z-Wave)
1.gara sinyal frekuensi radio (RF) untuk berkomunikasi dengan hub pusat atau aplikasi smartphone.
2.Ketika pintu/jendela dibuka, sensor mengirimkan sinyal nirkabel ke sistem, mengaktifkan peringatan tanpa kabel fisik.
三 : Sensor getaran (model lanjutan)
1. Mendeteksi getaran yang tidak biasa (misalnya, masuk paksa, pecah kaca) dan memicu alarm, bahkan jika pintu/jendela tidak sepenuhnya terbuka.
Bagaimana mereka berintegrasi dengan sistem keamanan
Sistem kabel: Terhubung langsung ke panel kontrol melalui kabel; andal tetapi kurang fleksibel.
Sistem Nirkabel: Sinkronisasi dengan Smart Home Hubs (mis. Alexa, Google Home) untuk pemantauan dan peringatan jarak jauh.
Bertenaga Baterai: Sebagian besar sensor nirkabel menggunakan baterai kehidupan panjang (2-5 tahun) untuk operasi yang tidak terputus.
Singkatnya, sensor pintu dan jendela bertindak sebagai wali diam dengan mengubah gerakan fisik menjadi sinyal listrik atau nirkabel, memastikan deteksi cepat pelanggaran untuk melindungi spasi.

